Doa Setelah Adzan Latin dan Artinya Lengkap

Azan adalah panggilan bagi umat islam untuk memberitahu masuknya waktu shalat fardhu. Azan dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap setiap shalat lima waktu.

Doa Setelah Adzan Latin dan Artinya Lengkap


Doa Setelah Adzan 



اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ

ALLAHUMMA ROBBAHAADZIHID DA’WATITTAAMMAH


Artinya : Ya Alloh Dzat yang menguasai seruan ini

وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ
WASH-SHOLAATIL QOOIMAH


Artinya : dan sholat yang akan dilaksanakan

آتِ مُحَمَّدًا نِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ

AATI MU_HAMMADAN NIL WASIILATA WAL FADLIILAH


Artinya : berikanlah Nabi Muhammad kedudukan serta keutamaan

وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا نِ الَّذِى وَعَدْتَهُ

WAB’ATSHU MAQOOMAN MA_HMUUDANIL LADZII WA ‘ADTAH


Artinya : dan berikan padanya derajat tinggi yang telah Engkau janjikan padanya

رواه البخاري
(الأذكار ص38)
((HR. Al-Bukhori

& kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 38


Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Fardhu Lengkap


Sholat Fardhu merupakan shalat yang status hukumnya Fardhu, yaitu wajib dilaksanakan.Shalat fardhu sendiri menurut hukumnya terbagi dua macam: yaitu fardhu ‘Ain dan Fardhu Kifayah.

Fardhu Áin adalah yang diwajibkan kepada individu, seperti shalat lima waktu dan shalat jumat untuk pria.

Fardhu Kifayah yaitu yang diwajibkan atas seluruh muslim namun akan gugur dan menjadi sunnat bila telah dilaksanakan oleh sebagian muslim yang lain. Yang termasuk dalam kategori ini adalah salat jenazah.

Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Anak Sedang Berdoa


Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya


Wirid / Dzikir sesudah sholat adalah sebagai berikut:


a. Membaca Istighiar 3 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM ALLADZIILAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM W A ATUUBU ILAIH (3 kali).

Artinya;
“Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya.”

b. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARDKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYH WA YUMIITU WA HUWA’ ALAA KULLI SYAI’IN QADHR. (10 X).

Artinya:
” Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

c. Membaca:

ALLAAHUMMA AJIRNII MINANNAAR (3 kali).



Artinya:

“Wahai Allah! Lindungilah aku dari api neraka”

d. Membaca:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MIN KAS SALAAM, WA ILAIKA YA ‘UUDUS SALAAM, FAHAYYINAA RABBANAA BIS SALAAM, WA ADKHILNAL JANNATA DAARAS SALAAM, TABAARAKTA RABBANAA WA TA’AALAITA YAA DZAL IALAALIWALIKRAAM.

Artinya:

“Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan!”

e. Membaca:

ALLAAHUMMA LAA M A ANI’ A LIMA A A’THAITA, WALAA MU’THIYA LIMA A MANA’TA. WALAA RAADDA LI MAA OADHAITA WALAA YANFA’U DZALJADDI MINKAL JADDU.

Artinya:

“Wahai Allah! Tak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap apa yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu.”

f. Membaca isti’adzah dan surat Al-Fatihah

g. Membaca surat Al-Ikhlash

h. Membaca surat Al-Falaq

i. Membaca surat An-Naas

j. Membaca:

WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHIDUL LAA ILAAHA ILLAA HUWAR RAHMAANURRAHIIM.

Artinya:

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuai Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

k. Membaca ayat kursi :

ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAY-YUUM. LAA T A’ KHUBZUHUU SINATUW WALAA NAUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATIWAMAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WAMAA KHALFA HUM. WALAA YUHIITHUUNA BISYAI’IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAA S YA A’ WASI’A KURSIYYUHUS SAMAA-WAATI WAL ARDHA WALAA YA’UUDUHUU HIFZHU-HUMAA WA HUWAL ‘ALIYYUL ‘AZHIIM.

Artinya:

“Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

Dilanjutkan dengan:

AAMANAR RASUULU BIMAA ‘UNZILA ‘ILAIHI MIR RABBIHIWAL MU’MINUUNA KULLUN AAMANA BILLAA-HI WA M ALA A’ IKATIHII WA KUTUBIHII WA RUSULIHII LAA NUFARRIQU BAINA AHADIM MIR RUSULIHII WA QAALUU SAMI’NAA WA ‘ATHA’NAA GHUFRAANAKA RABBANAA WA ‘ILAIKAL MASHIIRU.

Artinya:

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan : “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.”

Dilanjutkan dengan:

LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLAA WUS’AHAA. LAHAA MAA KASABAT WA ‘ALAIHAA MAKTASABAT. RABBANAA LAA TU’ A AKHIDZN A A IN NASIINAA AU ‘AKHTHA’NAA. RABBANAA WA LAA TAHMIL ‘ALAINAA ‘ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU ‘ALAL LADZIINA MIN QABLINAA. RABBANAA WA LAA TU H A M MIL N A A MAA LAA THAAQATA LANAA BIHII WA’FU ‘ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHUR-NAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIINA.

Artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dilakukannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Dilanjutkan dengan:

SYAHIDALLAAHU ANNAHUU LAAILAAHAILLAA HUWA WAL MALAA’IKATU WA ULUL ‘ILMI QAA’IMAM BIL QISTHI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL ‘AZIIZUL HAKIIM. INNAD DIINA INDALLAAHIL ISLAAM.

Artinya:

“Allah menyatakan bahwa tak ada Tuhan kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”

Dilanjutkan dengan:

QULILLAAHUMMA MAALIKAL MULKI, TU’TIL MULKA MAN TASYAA’U WATANZI’UL MULKA MIM MAN TASYAA’U. WATU’IZZU MAN TASYAA’U WATUDZILLU MAN TASYAA’U. BIYADIKAL KHAIRU, INNAKA ‘AL A A KULLI SYAI’IN QADIIR.

Artinya:

“Katakanlah: Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkaumuliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Dilanjutkan dengan:

TUULIJUL LAILA FINNAHAARIWA TUULIJUN NAHAARA FILLAILL W ATU KHRIJUL HA YY A MINALMAYYITI, WA TUKHRIJUL MAYYITA MIN AL HAYYI. WA TARZUQU MAN TASYAA’U BIGHAIRIHISAAB,

Artinya:

“Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau Kehendaki tanpa hisab.”

l. Membaca :

SUBHAANALLAAH 33X
(Maha Suci Allah)

ALHAMDU LILLAAH 33X
(Segala puji bagi Allah)

ALLAAHU AKBAR 33X
(Allah Maha Besar)

ALLAAHU AKBARU KABIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIRAW WA SUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH ILAAHA W WAAHIDAW WARABBAN SYAAHIDAW WANAHNU LAHU MUSLiMUUN.

Artinya:

“Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Esa, dan Tuhan Yang Maha Menyaksikan, dan kepada-Nya kami berserah diri.”

m. Membaca:

ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM 3X

AFDHALUDZ DZIKRI FA’L AM ANNAHUU

LAA ILAAHA ILLALLAAH 3X

Ketahuilah bahwa d zikir yang paling utama adalah kalimat

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’ (Tak ada Tuhan kecuali Allah).”

LAA ILAAHA ILLALLAAH 100X

n. Membaca:

LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUU-LULLAAH, SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA.

Artinya:

“Tak ada Tuhan kecuali Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberi rahmat dan kesejahteraan kepadanya”.

Setelah selesai wirid, dilanjutkan dengan membaca doa yang diinginkan atau lihat dibagian doa setelah sholat

Doa setelah shalat dengan detail sebagai berikut:

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN. HAMDAY YU-WAAFII NI’AMAHUU WA YUKAAFI’U MAZIIDAH. YAA RABBANAA LAKALHAMDU WA LAKASY SYUKRU KA-MAA YAMBAGHIILI JALAALI WAJHIKA WA ‘AZHIIMI SUL-THAANIK.

ARTINYA:

“DENGAN NAMA ALLAH, YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG. SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM. PUJIAN YANG SEBANDING DENGAN NIKMAT-NIKMAT-NYA DAN MENJAMIN TAMBAHANNYA. WAHAI TUHAN KAMI, BAGI-MU-LAH SEGALA PUJI, DAN BAGI-MU-LAH SEGALA SYUKUR, SEBAGAIMANA LAYAK BAGI KELUHURAN ZAT-MU DAN KEAGUNGAN KEKUASAAN-MU.”

DILANJUTKAN DENGAN:

ALLAAHUMMA SHALLIWASALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. SHALA ATAN TUN AJIHNAA BÍHAA MINJAMII’IL AHWAALI WAL AAFAAT. WA TAQDHII LANAA BIHAA JAMII’AL HAAJAAT. WA TUTHAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII’IS SAYYI’AAT. W ATARFA ‘ UN A A BIHAA ‘INDAKA ‘ A’LADDARAJAAT. WA TUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII’IL KHAIRAATIFIL HAYAATIWA BA’DAL MAMAAT. INNAHU SAMII’UN QARIIBUM MUJIIBUD DA’AWAAT WAYAA QAADHIYAL HAAJAAT.

ARTINYA:

“WAHAI ALLAH! LIMPAHKANLAH RAHMAT DAN KESEJAHTERAAN KEPADA PENGHULU KAMI, NABI MUHAMMAD, DAN KELUARGANYA. YAITU RAHMAT YANG DAPAT MENYELAMATKAN KAMI DARI SEGALA KETAKUTAN DAN PENYAKIT, YANG DAPAT MEMENUHI SEGALA KEBUTUHAN KAMI, YANG DAPAT MEN-SUCIKAN DIRI KAMI DARI SEGALA KEBURUKAN, YANG DAPAT MENGANGKAT KAMI KE DERAJAT TERTINGGI DI SISI-MU, DAN YANG DAPAT MENYAMPAIKAN KAMI KEPADA TUJUAN MAKSIMAL DARI SEGALA KEBAIKAN, BAIK SEMASA HIDUP MAUPUN SESUDAH MATI. SESUNGGUHNYA DIA (ALLAH) MAHA MENDENGAR, MAHADEKAT, LAGI MAHA MEMPERKENANKAN SEGALA DOA DAN PEMOHONAN, WAHAI ZAT YANG MAHAMEMENUHI SEGALA KEBUTUHAN (HAMBA-NYA)”

DILANJUTKAN DENGAN:

ALLAAHUMMA INNAA NAS’ALUKA SALAAMATAN FTDDIINI WADDUN-YAA WAL AAKHIRAH. WA ‘AAFIYA-TAN FIL JASADI WA SHIHHATAN FIL BADANI WA ZIYAADATAN FIL ‘ILMI WA BARAKATAN FIRRIZQI WA TAUB ATAN QABLAL MAUT WA RAHM ATAN ‘INDALMAUT WA MAGHFIRATAN BA’D AL MAUT. ALLAAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA FII SAKARAATIL MAUT WAN NAJAATA MINAN NAARI WAL ‘AFWA ‘INDAL HISAAB.

ARTINYA:

“WAHAI ALLAH! SESUNGGUHNYA KAMI MEMOHON KEPADA-MU KESEJAHTERAAN DALAM AGAMA, DUNIA DAN AKHIRAT, KEAFIATAN JASAD, KESEHATAN BADAN, TAMBAHAN ILMU, KEBERKAHAN REZEKI, TAUBAT SEBELUM DATANG MAUT, RAHMAT PADA SAAT DATANG MAUT, DAN AMPUNAN SETELAH DATANG MAUT. WAHAI ALLAH! PERMUDAHLAH KAMI DALAM MENGHADAPI SAKRATUL MAUT, (BERILAH KAMI) KESELAMATAN DARI API NERAKA, DAN AMPUNAN PADA SAAT DILAKSANAKAN HISAB.”

DILANJUTKAN DENGAN:

ALLAAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN AL’ AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL HARAMI WA ‘ADZAABIL QABRI.

ARTINYA:

“WAHAI ALLAH! SESUNGGUHNYA KAMI BERLINDUNG KEPADA-MU DARI SIFAT LEMAH, MALAS, KIKIR, PIKUN DAN DARI AZAB KUBUR.”

DILANJUTKAN DENGAN:

ALLAAHUMMAINNAA NA’UUDZU BIKA MIN ‘ILMIN LAA YANFA’ W AMIN QALBIN LAA YAKHSYA’ W AMIN NAFSIN LAA TASYBA’ WAMIN DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA.

ARTINYA:

“WAHAI ALLAH! SESUNGGUHNYA KAMI BERLINDUNG KEPADA-MU DARI ILMU YANG TIDAK BERMANFAAT, DARI HATI YANG TIDAK KHUSYU’, DARI JIWA YANG TIDAK KENAL PUAS, DAN DARI DOA YANG TAK TERKABUL.

DILANJUTKAN DENGAN:

RABBANAGH FIRLANAA DZUNUUBANAA WA LIWAA-LIDIINAA WALIMASYAAYIKHINAA WA LIMU’ALLI-MIENAA WA LIMAN LAHUU H AQQUN’ ALAIN AA WA LIM AN AHABBA WA AHSANA ILAINAA WA LIKAAFFATIL MUS LIMUN A AJMA’IIN.

ARTINYA:

“WAHAI TUHAN KAMI! AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI, DOSA-DOSA ORANG TUA KAMI, PARA SESEPUH KAMI, PARA GURU KAMI, ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI HAK ATAS KAMI, ORANG-ORANG YANG CINTA DAN BERBUAT BAIK KEPADA KAMI, DAN SELURUH UMAT ISLAM.”

DILANJUTKAN DENGAN:

RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII’UL ‘ALIIM, WA TUB ‘ALAINAA INNAKA ANTAT TA WWA ABUR RAHIIM.

ARTINYA:

“WAHAI TUHAN KAMI! PERKENANKANLAH (PERMOHONAN) DARI KAMI, SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI. DAN TERIMALAH TAUBAT KAMI, SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA MENERIMA TAUBAT LAGI MAHA PENYAYANG.”

DILANJUTKAN DENGAN:

RABBANAA AATTNAA FIDDUN-YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WA QINAA ‘ADZAABAN NAAR.

ARTINYA:

“WAHAI TUHAN KAMI! BERIKANLAH KEPADA KAMI KEBAIKAN DI DUNIA, DAN KEBAIKAN DI AKHIRAT, DAN SELAMATKANLAH KAMI DARI SIKSA NERAKA.”

DILANJUTKAN DENGAN:

WASHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA-DIN WA’ALAA AALIHIWA SHAHBIHIIWA SALLAM, WAL HAMDU LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.

ARTINYA:

“SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN RAHMAT DAN KESEJAHTERAAN KEPADA PENGHULU KAMI, NABI MUHAMMAD, KELUARGA DAN SAHABATNYA, DAN SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM.”


Aamiin

Perbedaan Malaikat , Jin dan Manusia

MALAIKAT:

Malaikat merupakan mahkluk ciptaan Allah SWT yang sifatnya gaib, malaikat diciptakan dari nur (cahaya) , selalu taat, tunduk dan patuh kepada allah, malaikat juga tidak pernah ingkar janji kepada Allah, serta tidak membutuhkan makan dan minum ataupun tidur. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengabdi kepada Tuhan.

Dalam Islam, Iman kepada malaikat adalah salah satu Rukun Iman. Iman kepada malaikat adalah percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat Allah SWT benar-benar ada. Keberadaan malaikat bersifat gaib, artinya tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi keberadaannya dapat diketahui dan dipahami, seperti adanya wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul tsb menerima wahyu melalui perantara malaikat Allah SWT.

Ciri –Ciri Malaikat


1. Diciptakan dari cahaya (nur)
2. Wujudnya gaib, tidak tampak oleh indra manusia
3. Selalu taat dan patuh kepada Allah
4. Tidak mempunyai nafsu
5. Bertempat di langit dan dapat turun ke bumi dengan kehendak Allah
6. Tidak akan mencelakakan manusia selama manusia berbuat kebajikan

MANUSIA:

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah makhluk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang, dan lain-lainnya.

Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

Ciri – Ciri Manusia


1. Diciptakan dari tanah
2. Wujud aslinya dapat dilihat dan diraba
3. Ada yang patuh dan ada yang ingkar kepada Allah
4. Mempunyai kehendak / nafsu
5. Bertempat / hidup di bumi

JIN / SETAN:

Jin adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dari Api dan memiliki kemampuan untuk tidak terlihat dari pandangan manusia kecuali pada orang-orang tertentu yang diberikan izin oleh Tuhan untuk melihatnya.  Sebagian jin bisa melakukan hubungan dengan manusia dan bahkan bisa membantu manusia walaupun cenderung bertujuan untuk menyesatkan manusia yang ditolongnya.

Ciri – Ciri jin atau Setan


1. Diciptakan dari api
2. Jin ada yang beriman dan ada pula yang ingkar kepada Allah
3. Jin ada yang taat dan ada pula yang membangkan kepada perintah Allah
4. Memiliki hawa nafsu
5. Selalu berusaha menjerumuskan manusia

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya - Malaikat adalah salah satu diantara makhluk – makhluk Allah yang beragam macamnya, malaikat diciptakan oleh Allah dari Cahaya (nur). Ibunda Aisyah menyampaikan bahwa Rasulullah bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian (tanah).” (HR. Muslim no. 2996)

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya


Allah menciptakan Malaikat tanpa memiliki orang tua dan anak, mereka juga tidak memiliki hawa nafsu sidikitpun. Hidup mereka hanya untuk beribadah kepada Allah SWT semata. Para malaikat ini merupakan makhluk Allah yang paling taat dan sama sekali tidak pernah melanggar perintah-Nya. Apabila mereka disuruh untuk bersujud, maka mereka tidak akan bangun hingga hari kiamat kecuali setelah Allah perintahkan untuk bangkit kembali. Itulah sedikit gambaran mengenai ketaatan mereka kepada Allah.

10 Nama-Nama Malikat dan Tugas-Tugasnya



Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu. Jadi, para Nabi dan Rasul menerima wahyu berdasarkan perantara malaikat Jibril. Ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu AL Quran dengan yang pertama kali adalah surah AL Alaq maka perantaranya juga Malaikat Jibril. Jibril menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Nabi dan Rasul ke dunia.

Nah, nama nama malaikat berikutnya adalah Malaikat Mikail. Malaikat yang satu ini mempunyai tugas membagikan rezeki dari Allah kepada seluruh umat yang ada di penjuru dunia ini. Rezeki sifatnya tidak melulu berupa uang atau materi, tetapi bisa juga kesehatan, keluarga yang sholeh dan sholehah, kedamaian hati, dan sebagainya. Ini adalah tuga Malaikat Mikail.

Israfil adalah malaikat yang kelak bertugas meniup sangkakala terompet ketika hari kiamat tiba. Hari kiamat itu sendiri merupakan suatu yang wajib kita imani sesuai dengan Rukun Iman yang keenam, atau rukun iman yang terakhir. Nah, malaikat Israfil ini mempunyai peran yang besar dalam hadirnya hari kiamat.

Malaikat Izrail bertugas pada kiamat kecil, yaitu pada hari kematian seseorang. Malaikat Izrail mempunyai tugas untuk mencabut nyawa. Kita harus mempercayai bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Maka kita harus senantiasa membekali diri karena kematian datangnya kita tidak tahu pasti kapan dan di mana, hanya Allah yang tahu.

Malaikat Munkar bertugas ketika kita ada di alam kubur, yaitu menanyakan tentang amal kita selama kita masih hidup di dunia.

Begitu juga dengan Malaikat Munkar, Malaikat Nakir mempunyai tugas yang sama berupa menanyakan amal perbuatan kita di dunia.

Sebagai manusia, tentu kita pernah melakukan perbuatan baik maupun buruk, terlepas apakah itu sengaja atau tidak sengaja. Nah, salah satu dari nama nama malaikat juga bertugas untuk mencatat setiap amal baik kita di dunia, dia adalah Malaikat Raqib.

Jika Malaikat Raqib mencatat amal baik, maka Malaikat Atid mencatat amal-amal buruk kita selama di dunia. Malaikat Atid berada di sebelah kiri dan Malaikat Raqib di sebelah kanan.

Malaikat Malik mempunyai tugas menjaga sesuatu yang menakutkan bagi kita, yaitu neraka. Sebagai umat Islam tentunya kita ingin mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah, ketika kita kembali padaNya nanti. Nah, ternyata Malaikat Malik ini menjaga neraka.


Berkebalikan dengan Malaikat Malik, bahwa Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga. Surga adalah tempat impian terbaik kita.


Macam - Macam Zakat dan Ketentuannya

Macam - Macam Zakat dan Ketentuannya


Macam - Macam Zakat dan Ketentuannya - Zakat adalah salah satu rukun islam, dan hukumnya wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhu syarat – syarat tertentu. Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban di tertulis dalam Alquran.Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan zakat bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.


Macam - Macam Zakat dan Ketentuannya


Macam – Macam Zakat dan Ketentuannya


A. Zakat Fitrah

Ketentuan Zakat Fitrah

1.Besarnya zakat fitrah adalah 2.5 kgAtau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok

2. Orang yang wajib membayar zakat fitrah Semua muslim tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, bayi, anak-anak dan dewasa, kaya atau miskin (yang mempunyai makanan pokok lebih dari sehari)

3. Waktu mengeluarkan zakat fitrah : Boleh diberikan awal bulan Ramadhan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang Sholat Idul Fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan

B. Zakat Perdagangan

Ketentuan Zakat Perdagangan

1.Telah mencapai haul
2.Mencapai nishab 85 gr emas
3.Besar zakat 2,5 %
4.Dapat dibayar dengan barang atau uang
5. Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)
6.Cara Hitung :Zakat Perdagangan = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang-kerugian) x 2,5

C. Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab.

Menurut Yusuf Qorodhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Nisab sebesar 5 wasaq / 652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %. Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi

1. Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) Besar Zakat yang dikeluarkan = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5 %

2.Menghitung dari pendapatan bersih (netto) 1. Pendapatan wajib zakat=Pendapatan total - Pengeluaran perbulan* 2. Besar zakat yang harus dibayarkan=Pendapatan wajib zakat x 2,5 %

Keterangan : * Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan ) * Pengeluaran perbulan termasuk : Pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan Cicilan Rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan Rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.

D. Zakat Emas dan Perak

Ketentuan Zakat Emas :

1.Mencapai haul
2.Mencapai nishab, 85 gr emas murni 
3.Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung Zakat Emas :

1. Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 % 

2. Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai Zakat = (emas yang dimiliki - emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Zakat Perak Ketentuan :

1. Mencapai haul 
2. Mencapai nishab 595 gr perak 
3. Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung Zakat Perak :

1.Jika seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali Zakat = perak yang dimiliki x harga perak x 2,5 %

2.Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai Zakat = (perak yang dimiliki - perak yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

E. Zakat Tabungan

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas. Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %

1.Zakat simpanan Tabungan Saldo akhir : saldo akhir - Bagi hasil/bunga Besarnya zakat : 2,5 % x saldo akhir 

2.Zakat Simpanan Deposito Penghitungan sama dengan zakat simpanan Tabungan.

F. Zakat Hadiah

2.Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk : Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%. Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi. 

3.Jika hibah : Pertama, jika sumber hibah tidak diduga - duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%. Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.

G. Zakat Hasil Pertanian

Nishab Zakat Pertanian

Nishab hasil pertanian adalah 5 wasaq atau setara dengan 750 kg. Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut. (pendapat lain menyatakan 815 kg untuk beras dan 1481 kg untuk yang masih dalam bentuk gabah).

Tetapi jika hasil pertanian itu bukan merupakan makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nisabnya disetarakan dengan harga nisab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut (di negeri kita = beras/sagu/jagung).

Kadar Zakat Pertanian

Besar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%.

Dari ketentuan ini dapat dipahami bahwa pada tanaman yang disirami zakatnya 5%. Artinya 5% yang lainnya didistribusikan untuk biaya pengairan. Imam Az Zarqoni berpendapat bahwa apabila pengolahan lahan pertanian diairidengan air hujan (sungai) dan disirami (irigasi) dengan perbandingan 50;50, maka kadar zakatnya 7,5% (3/4 dari 1/10).

Pada sistem pertanian saat ini, biaya tidak sekedar air, akan tetapi ada biaya lain seperti pupuk, insektisida, dll. Maka untuk mempermudah perhitungan zakatnya, biaya pupuk, intektisida dan sebagainya diambil dari hasil panen, kemudian sisanya (apabila lebih dari nishab) dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% (tergantung sistem pengairannya)

H. Zakat Hasil Peternakan

Zakat Hasil Ternak (salah satu jenis Zakat Maal) meliputi hasil dari peternakan hewan baik besar (sapi,unta) sedang (kambing,domba) dan kecil (unggas, dll). Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

I. Zakat Barang Temuan (Rikaz)

Zakat Barang Temuan (Rikaz) wajib dikeluarkan untuk barang yang ditemukan terpendam di dalam tanah, atau yang biasa disebut dengan harta karun. Zakat barang temuan tidak mensyaratkan baik haul (lama penyimpanan) maupun nisab (jumlah minimal untuk terkena kewajiban zakat), sementara kadar zakatnya adalah sebesar seperlima atau 20% dari jumlah harta yang ditemukan. Jadi setiap mendapatkan harta temuan berapapun besarnya, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar seperlima dari besar total harta tersebut. Hadits yang mendasari kewajiban mengeluarkan zakat ini adalah
Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: " .. dan pada rikaz (diwajibkan zakatnya) satu perlima. " (Hadith Sahih - Riwayat Bukhari)